• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Search This Blog

Powered by Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

My Rainbow


Salah Langkah
            Ketika seorang salah langkah terhadap apa yang ia jalani sekarang, mungkin ia berfikir untuk mundur dan memulai dari nol, walau perjalanannya sudah hampir selesai. Kepikiran terus menerus, karena itu bukan keinginannya atau tidak sesuai dengan keinginan yang dicapainya. Alhasil, memulai dari nol dengan semangat namun akhirnya tumbang kembali. Terus saja seperti itu.
            Ah, rasanya aku ingin semuanya kembali seperti awal. Kembali menjadi anak kecil yang polos dan lugu. Yang tak tahu apa-apa dan apabila melakukan kesalahan selalu dikatakan “ah, namanya juga anak kecil”. Jikalau tahu kehidupan ini seperti ini, rasanya aku tak ingin dilahirkan. Bukan, bukan berarti aku tak menyukuri dengan nikmat kehidupan yang sedang ku jalani sekarang ini, bukan berarti aku mengeluh dan menyerah dengan keadaan yang sekarang aku alami. Namun, hanya saja aku tahu bagaimana rasa pahitnya kehidupan, yang entah kadang berpikir apa yang aku tunggu di dunia ini selain menunggu akan kematianku? Dunia ini hanya sementara dan fana, lantas hidupku akan seperti apa nanti di akhirat? Sedangkan aku adalah pendosa yang besar.
            Aku manusia yang tak tahu malu, sering melakukan kesalahan yang menyebabkan akan dosa, namun sangat mengharapkan syurga. Apakah aku tak tahu malu? Ingin rasanya terus berhijrah dan kuat akan istiqomah, namun berat sekali karena tak ada yang mengenggam tangan ku tuk bersama menuju jannah-nya. Bukan tentang jodoh yang ku bahas, namun tentang persabahatan yang ingin aku rasakan kebersamaan menuju kebaikan.
            Memangnya aku tak punya teman? Tidak, teman ku banyak namu, ku rasa tak ada yang sama lagi denganku. Ada, namun jauh. Aku butuh yang dekat denganku. Keseharian denganku dan bersama-sama melangkah menuju yang dituju.
            Ah, aku rindu masa itu. Pernah aku merasakan bagaimana damainya kehidupan, bagaimana damainya hati ini ketika bersujud menghadap-Mu, bagaimana rasa tangisnya seorang pendosa memohon ampun kepada Rabb-Nya, bagiaman rasanya menjadi orang ikhlas. Namun, aku tak seistiqomah itu, hingga akhirnya aku pun memilih langkah yang salah. Aku rindu, rindu serindu-rindunya dengan semua itu.

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Wahai diriku..
Kenapa hatimu selalu saja menentang dengan keadaan yang sebenarnya? Kenapa kau terus ingin mengikuti keinginanmu? Padahal belum  tentu itu baik untukmu.

Wahai diriku..
Ayolah kita satu tujuan dengan pikiran ini, jangan saling menentang, karena inilah sebabnya diri ini menjadi bingung dengan yang dijalani nya sekarang.
Aku, tak ingin membuat semuanya menjadi kecewa kepadaku.
Aku tak ingin Allah murka terhadap diri ini yang tak pandai bersyukur dan banyak menuntut

Aku sadar, jalanku masih panjang
Tak hanya di dunia, namun di akhirat
Berfikir untuk menyerah ini adalah hal yang konyol
Jalani saja apa yang ada sekarang, namun jangan sampai lupa dengan yang akan datang
Kehidupan di dunia ini ibarat hanya semenit di akhirat
Apa yang kau cari?
Apa yang kau inginkan wahai diriku?
Semua orang pasti hidupnya ingin ke syurga
Diriku sendiri yang menentukan jalan untuk ke sana

Tolonglah wahai diriku
Jangan kau lemah terhadap cacian dan makian orang lain
Karena hidup bukan tentang penilaian orang lain
Namun tentang bagaimana penilaian di Allah tentang diri ini.


Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

View My Blog

Siti Rosidah
View my complete profile

Blog Archive

  • December 2019 (1)
  • February 2019 (2)
  • January 2019 (7)
  • December 2018 (10)
  • October 2018 (2)

Total Pageviews

Web Analytics View My Stats

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Report Abuse

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates