• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Search This Blog

Powered by Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

My Rainbow


Hari Binatang Sedunia


   Udah pada tahu belum Hari Binatang Sedunia jatuh pada tanggal berapa? Kayaknya asing gitu ya? Pernah dengar atau belum pernah dengar? Atau baru tahu bahwa binatang aja ada hari istimewanya? Yuk simak artikel ini.

       Ternyata binatang juga ada hari istimewanya lho, yang jatuh pada tanggal 04 Oktober. Peringatan ini sudah sejak lama di peringati, yaitu di mulai dari tahun 1931 di Florence, Italia. Awalnya Hari Binatang Sedunia ini jatuh pada tanggal 04 Oktober karena pada tanggal tersebut diadakan pesta perjamuan Francis of Asisi, yaitu seorang pecinta alam dan pelindung binatang dan juga lingkungan.

       Pada peringatan ini segala jenis bentuk binatang di hargai dan acara ini khusus direncanakan untuk diberbagai lokasi diseluruh dunia. Mulanya, berdekatan pada tanggal 04 oktober tepatnya hari minggu di beberapa gereja melakukan pemberkatan terhadap binatang, sehingga perayaan yang berkaitan dengan binatang di anggap perayaan khusus agama Kristen.

     
Tetapi, kini perayaan Hari Binatang Sedunia tidak hanya dilakukan oleh agama Kristen saja, melainkan dirayakan pula oleh seluruh penyayang binatang dari berbagai agama dan kepercayaan. Seperti yang dilakukan oleh Himpunana Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris (HMJ Sasing), UIN Jakarta.

       Untuk memperingati Hari Binatang Sedunia, HMJ Sasing ini mengadakan beberapa perlombaan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), yang diadakan selama dua hari pada tanggal 12-13 Oktober 2018 kemarin. Bertempat di ruang Teater lantai 5 gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Perlombaannya diantaranya pidato, debat dan esai.

       Peringatan ini mengusung tema “We Wheeze, We Sway, For a Big Chance We May” yang artinya hal-ha kecil apabila dilakukan terus menerus akan mampu menghasilkan perubahan yang besar. Acara ini pun dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Sastra Inggris itu sendiri yaitu  Asep Saefudin.

     Dalam sambutan Asep Saefudin, menyampaikan bahwa pentingnya melatih kemampuan berbicara di depan umum. Hal ini dikuatkan pula oleh Ketua pelaksana dan Ketua HMJ Sastra Inggris yaitu Maharani Cahya Putri dan Ricky Firdaus, bahwa pentingnya melatih diri berbicara di depan umum dan dengan memperingati Hari Binatang Sedunia ini diharapkan peserta dapat menanamkan rasa peduli terhadap binatang dan lingkungan sekitar, juga sekaligus menjadi ajang untuk mengenal UIN Jakarta lebih baik lagi.

Baca lebih lanjut di https://www.uinjkt.ac.id/id/isi-hari-binatang-sedunia-hmj-sasing-gelar-beberapa-perlombaan/

Begitu sedikit informasi mengenai Hari Binatang Sedunia. Sayangi binatang, jangan memperlakukannya dengan kasar. Karena, binatang pun mempunyai perasaan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan ya :)


Share
Tweet
Pin
Share
9 comments

Ada Apa Dengan Cadar?



Cadar adalah kain penutup kepala atau wajah (bagi perempuan). Dalam Islam hukum Cadar adalah sunnah (dianjurkan). Sehingga bagi seorang Muslimah (sebutan untuk perempuan muslim) mengenakan cadar ataupun tidak, bukanlah suatu masalah karena wajah tidak termasuk bagian aurat. Namun banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan bercadar itu aneh atau bahkan mengerikan. Ada apa dengan cadar? Dan ada apa dengan mereka?
    Tidak dapat kita pungkiri dibeberapa kejadian banyak orang seringkali menyalahkan cadar, tersebab kejadian itu sendiri seringkali mengatas namakan Islam. Islam adalah agama rahmatan lil a’lamin yang artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan, manusia, dan seluruh makhluk yang ada didalamnya. Jangankan membunuh manusia, membunuh hewan saja tidak dibenarkan dalam Islam. Islam begitu indah dan begitu menjaga segala apa yang ada di alam semesta kita ini.
Bila kalian melihat suatu kejadian seperti “Bom Bunuh Diri” yang pelakunya perempuan bercadar, laki-laki bercelana cingkrang, berpeci, berjenggot dan semacamnya yang dari atas hingga bawah terlihat mengenakan “aksesoris” Muslim itu barangkali kebetulan, kita tidak tahu hal yang sebenarnya bukan? Mungkin pelakunya kebetulan bercadar? Kebetulan berjenggot? Kebetulan berpeci? Dan kebetulan lainnyakan?
Kemarin kejadian yang cukup hangat, bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya--Jawa Timur. Dimana terekam cctv bahwa di duga pelaku beraksi bersama dengan seluruh keluarganya. Salah satu diantaranya sosok perempuan yang mengenakan cadar. Terorisme entah sejak kapan kata ini tersemat dalam Islam, anehnya setiap kejadian yang manusia itu sendiri “beraksesoris” Muslim, terang saja mendapat label Teroris. Aneh saja ketika pelaku belum diketahui dengan jelas langsung di cap “Muslim” (sebagai pelaku) dan parahnya lagi disebut sebagai pembunuh, siapalah dia yang mau agama yang begitu ditaatinya di perlakukan tidak baik seperti ini?
Dampak dari kejadian yang tak pernah diindahkan ini merugikan kaum Muslimin, terutama pada Muslimah bercadar. Cadar menjadi lambang “Teroris” entah siapa yang mendeklarasikan ini untuk pertama kali, yang jelas akibat dari ini semua sebagian masyarakat beranggapan bahwa orang yang mengenakan cadar itu aneh, mengerikan, ajaran sesat dan teroris.
Dalam hal ini bukanlah cadar yang harus kalian salahkan. Cadar hanya selembar kain penutup wajah dan bagi mereka Muslimah yang ingin taat pada Tuhannya. Jika kalian melihat seorang perempuan bercadar yang kemudian melakukan suatu kesalahan atau tindakan yang tidak enak dipandang, maka kesalahan itu timbul dari dirinya sendiri, bukanlah dari apa yang dia kenakan. Karena, dia juga manusia yang tidak luput dari sebuah kesalahan yang kapanpun manusia biasa lakukan. Cadar bentuk dari penjagaan Muslimah untuk dirinya.
Di zaman now ini sebutan dari kaum milenial, banyak muda-mudi berspekulasi bahwa mengenakan cadar hanya mengikuti trend belaka. Pemikirian seperti ini cukup meresahkan dan perlu untuk dihilangkan bahkan dilumpuhkan. Untuk kalian yang membaca tulisan ini, mulai detik ini berhenti beranggapan seperti itu, karena bisa saja anggapan itu menyakiti orang tersebut. Loh kenapa? Bukanya kenyataannya memang seperti itu? Dia mengenakan cadar saja hanya kalau dia ingin, lepas pasang cadar berarti tidak istiqomah dong? tidak banar-banar niat dong?
Ok, sekarang kita belajar untuk tidak sibuk mengurusi urusan orang lain dan didik diri agar lebih bisa untuk menghargai orang lain mulai sekarang. Karena, belum tentu apa yang dilihat itu lebih buruk dari yang melihat, mungkin saja apa yang dilihat lebih baik dari yang melihat. Untuk urusan lepas pasang cadar, biarlah itu menjadi urusan mereka dan tugas kita mendoakan agar mereka istiqomah dalam pilihan mereka. Kalian harus ingat “doa akan kembali pada yang mendoakan” banyakin doa, bukan bayakin ngatain orang hehe. Coba kalau kalian yang punya sahabat, teman atau keluarga yang ingin hijrah dibantu, mungkin kamu tidak bisa membantu materi namun kamu bisa mendoakan dan mendukungnya.
Barangkali yang baca mau hijrah, sini kita saling berpegangan dan merangkul dalam taat. Saling sharing-sharing dalam kolom komentar ya. :)

Share
Tweet
Pin
Share
26 comments
Newer Posts

View My Blog

Siti Rosidah
View my complete profile

Blog Archive

  • December 2019 (1)
  • February 2019 (2)
  • January 2019 (7)
  • December 2018 (10)
  • October 2018 (2)

Total Pageviews

Web Analytics View My Stats

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Report Abuse

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates