• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

Search This Blog

Powered by Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

My Rainbow


Assalaamu’alaikum..
            Kali ini aku bakalan nyeritain sosok seorang yang tangannya sangat kreatif. Mau tau gak sosok nya siapa? Dia adalah sosok seorang pria. Pria itu namanya Ka Jumhana. Ia adalah seorang ahli IT yang sekarang sedang kuliah di kampus UNPAM. Doain ya biar cepet-cepet wisuda terus nikah deh hehe.
            Jadi, Ka Jum ini (sapaan akrab) gak cuma ahli IT aja lho. Tapi, buah hasil dari tangannya ini menghasilkan sesuatu yang kreatif dan gak semua orang bisa membuatnya. Biasanya yang ngehasilin kaya gini tuh cuma tangan-tangan yang hoby gambar aja. Nama hasilnya itu Jum Noodles.
           
Jum Noodles ini adalah sebuah bingkai atau pajangan yang bergambarkan noodle yang lucu-lucu dan imut-imut, yang cocok untuk buah tangan segala acara seperti hadiah ulang tahun, wisuda, penikahan, ataupun anniversary.  Kalau kalian punya pacar atau temen yang bakalan di wisuda, ngasih pajangan kaya gini cocok banget nih. Bisa di kasih nama dan foto orangnya, dan kalau ngasih ini di jamin awet ya gak bakalan abis di makan hehe dan orang yang dikasih ini di jamin inget terus deh sama kamu :)
Jum Noodles ini bisa kalian pesen sendiri kostumnya mau kaya gimana. Nanti Ka Jum bakalan kasih foto-foto yang udah dia gambar. Ka Jum ini orangnya ramah lho, jadi mau nanya-nanya sebanyak apapun dan seribet apapun gambar yang kalian inginkan, pasti Ka Jum usahakan semaksimal mungkin agar hasilnya memuaskan. Gak cuma gambar yang bisa kalian kostum sendiri, ukuran bingkainya pun kalian boleh kostum sesuai keinginan kalian ya gengs.

Kualitas Jum Noodles ini gak usah di raguin lagi, aku yakin ini tuh bagus. Karena, memang gambarnya kan dilapisi dengan bingkai pajangan foto yang ada kacanya kan jadi kalau kena air tuh gak bakalan luntur karena keamanannya dijamin sama kacanya.

            Oh iya, masalah harga di jamin cocok banget untuk kantong mahasiswa. Ka Jum gak muluk-muluk dalam masalah harga, yang penting hasilnya dapat memuaskan dan menyenangkan para customernya. Yuk yuk di pesan dan di order Jum Noodles nya, semakin banyak di pesan maka harga akan semakin miring. Cepet hubungi Ka Jum secepatnya, keburu Ka Jum sold out. Ehh. Maksudnya keburu Ka Jum nya schedule padat hhehe



Contact Ka Jum 089639412531/WA/SMS/TLP

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Yeay.. Kampus UIN Jakarta raih akreditasi A lho!!!!


            Kalian mahasiswa UIN Jakarta? Udah denger belum kalau kampus kalian raih akreditasi A AIPT ? apa sih akreditasi A AIPT itu? Yuk simak artikel ini.
            Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mendapatkan prestasi terbaik dengan mendapatkan nilai A pada akreditasi AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi). Arti akreditasi AIPT itu adalah proses penilaian terhadap Institusi secara keseluruhan yang didasarkan pada standar akreditasi yang telah di tetapkan.
            Bagi kampus UIN Jakarta sendiri memperoleh nilai A ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2013 yang lalu, Kampus UIN Jakarta pula memperoleh nilai A dengan nilai yang hanya mencapai 363. Namun, sekarang UIN Jakarta berhasil menaikan nilai angka akreditasi sebesar 11 poin. Tentu hal ini sangat menggembirakan bagi kampus UIN Jakarta.
            Sebelumnya, pada tanggal 22-24 Februari 2018, ada sebanyak lima asesor BAN PT telah melakukan visitasi ke kampus UIN Jakarta. Para asesor tersebut melakukan verifikasi pada keselurahan informasi dan data yang ada pada borang AIPT UIN Jakarta. Nah, borang itu sendiri telah disiapkan oleh TIM LPM UIN Jakarta dengan melakukan Sembilan tahapan penting dalam proses akreditasi. Jadi gak mudah lho dapetin nilai A dalam proses akreditasi. Baca lebih lanjut di http://lpm.uinjkt.ac.id/uin-jakarta-raih-akreditasi-a-aipt/
Tau gak sih kalian kalau akreditasi itu penting bagi perguruan tinggi yang kalian tempati. Karna, melalui akreditasi ini pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu perguruan tinggi dan tenaga kerja yang lulus dari perguruan tinggi yang memang sudah terakreditasi. Jadi, kalau kampus perguruan tinggi kalian udah terakreditasi manfaatnya kalian bakalan dapetin informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademik dan juga lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain baik dari dalam maupun luar negeri lho.
Maka dari itu, akreditasi menjadi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu dan kulitas pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi. Jadi, gimana nih buat mahasiswa kampus UIN Jakarta? Bangga bukan? Harus dong ya, kita harus bangga menjadi mahasiswa UIN Jakarta. Yuk kita terus jaga nama baik almamater yang kita pegang, karena kampus kita mendapat nilai A, maka kita harus menjaga sikap, sopan santun dimana pun kita berada. Karena, mendapatkan nilai A itu tidak mudah dan butuh perjuangan, dan juga kalian harus inget ya bahwa sikap kita menjadi tolak ukur kepribadian kita.
Salam Anak UIN Jakarta :)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ke Perpustakaan UIN Jakarta Yuk!


            Assalaamu’alaikum..
            Hai balik lagi ya sama aku
            Kali ini aku bakalan bahas tentang Perpustakaan UIN Jakarta. Kalau mahasiswa UIN sih udah pasti pada tau ya perpustakaanya, dan udah gak asing lagi pasti. Pokoknya sumber informasi itu semuanya ada di perpustakaan. Perpustakaan UIN Jakarta ini gak cuma bisa di kunjungi sama civitas akademik UIN ajaa, tapi dari luar juga boleh banget buat berkunjung kesini. Tapi, dikenakan biaya ya untuk yang dari luar UIN. Meskipun bayar, tapi dijamin deh gak mengecewakan kalau udah masuk ke perpustakaannya.
            Kalau kalian mau berkunjung ke perpustakaan, kalian wajib mentaati peraturan yang ada ya. Salah satunya kalian harus berpakaian rapih dan sopan, pastinya juga kalau masuk ke perpustakaan harus tenang gak boleh ribut atau berisik. Lebih lengkapnya tata, tertib aku jelasin ya.
Tata tertib perpustakaan :
1.      Di larang merobek, merusak, mencoret, mengotori buku atau peralatan dan perabot yang ada di perpustakaan. Jadi kalian harus banget jaga sikap kalian ya selama di perpustakaan, agar semuanya nyaman dan kondusif.
2.      Di larang membawa buku keluar tanpa proses peminjaman. Kalau kalian keluar membawa buku tanpa proses peminjaman terlebih dahulu, maka kalian akan terdeteksi. Jadi hati-hati ya, gak bakal bisa kabur bawa buku begitu aja hehe.
3.      Menitipkan barang berharga di loker penitipan. Loker penitipan ada di lantai 2, kalian gak boleh nitipin barang berharga kalian di loker penitipan, kalau barang kalian ilang itu bukan tanggung jawab perpustakaan. Jadi barang berharga kalian bisa di bawa ke dalam perpustakaan menggunakan tas perpustakaan yang udah di sediain. Atau bisa juga kalian pakai loker yang ada kuncinya, tapi kalian harus serahin ktp kalian ke penjaga loker biar bisa ambil kunci loker. Kalau kalian males ngasih ktp, ada loker yang tanpa kunci juga ko.
4.      Di larang makan, minum, membuang sampah sembarangan di perpustakaan. pastilah ya di perpustakaan gak boleh bawa makan dan minum, karena untuk kenyaman bersama dan gak bikin kotor perpustakaan.
5.      Dilarang menggunakan kartu anggota orang lain. Jadi, kalian gak boleh gunain kartu anggota orang lain. Harus milik pribadi sendiri ya.
6.      Dilarang memakai kaos oblong, sandal jepit dan kain sarung
7.      Di larang berisik. Kalian gak boleh ketawa-ketiwa, ngonrol keras-keras, bikin rusuh. Kita harus nyiptain kenyamanan bersama ya.
Oh iya, buat yang di luar UIN, kalian gak bisa minjem koleksi buku di perpustakaan. Jadi, hanya bisa baca ditempat aja. Dan untuk civitas akademika, maksimal peminjaman buku itu hanya empat dan berlaku selama 7 hari, telat pengembaliannya dikenakan denda Rp.500 perhari dan perbuku.
      Untuk waktu kunjungan nya hari Senin-Jumat buka jam 08.00 WIB sampai 20.00 WIB dan untuk hari Sabtu 08.30 sampai 12.00 WIB. Dan untuk hari besar atau tanggal merah perpustakaan tutup.
            Perpustakaan UIN Jakarta ini banyak lho koleksinya, gak cuma tercetak tapi non tercetak juga ada. Banyak fasilitas-fasilitas yang bisa kalian manfaatin, dan juga layanannya. Yuk ke Perpustakaan UIN Jakarta :)
Info lebih lanjut kalian bisa kunjungi web disini ya http://perpus.uinjkt.ac.id/


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kenalan sama Meseum Multatuli Yuk!




            Ada yang tahu Meseum Multatuli belum? Baru denger apa udah tahu? Kalau kalian anak Banten pasti tahu dong ya sama Meseum Multatuli. Yaps, Meseum Multatuli ini terletak di sudut alun-alun kota Rangkasbitung, Provinsi Banten. Meseum Multatuli ini bangunannya berarsitektur khas kolonial, yang memampang aksara besar “Meseum Multatuli”.
            Kalian tahu gak Multatuli itu siapa? Jadi, Maltatuli itu nama pena dari Eduard Douwes Dekker, yaitu seorang asisten residen Lebak yang bermukim di Rangkasbitung pada tahun 1856 dari bulan Januari sampai Maret. Berdasarkan pengalamannya bermukim disana, dia menulis novel yang berjudul Max Havelaar pertama kali di terbitkan pada tahun 1860.
            Dengan adanya novel yang dia tulis tersebut, dia ingin mebuka mata dunia tentang busuknya kolonialisme di Hindia Belanda yang ide-ide nya menginspirasi tokoh-tokoh pendiri bangsa untuk memerdekakan Indonesia, seperti Soekarno. Karena di anggap pentingnya novel ini, maka Kabupaten Lebak memutuskan untuk menjadikan bekas kantor dan kediaman Wedana Lebak yang di bangun pada tahun 1920-an sebagai museum. Dan sejak Mei 2017 museum tersebut telah diresmikan. Terbuka untuk umum yang ingin berkunjung atau wisata ke Meseum ini.
            Meseum Multitula ini terbagi dalam 7 ruangan dan juga 4 segmen. Segmen pertama menceritakan sejarah masuknya kolonialisme di Indonesia, segmen kedua memaparkan Multatuli dan Maxhavelaar, sedangkan segmen ketiga menuturkan sejarah Banten dan Lebak dan untuk segmen yang terakhir menunjukan sejarah Rangkasbitung. Baca lebih lanjut di http://museummultatuli.id/



            Meseum ini sangat cocok untuk kita yang ingin berwisata tapi yang berfaedah ya atau wisata yang bermanfaat. Banyak yang dapat kita ambil pelajarannya dari Meseum ini. Seperti yang di lakukan oleh Setyadi Sulaiman atau sering akrab disapa dengan Pak Adi. 
Pak Adi merupakan Dosen pengampu mata kuliah Museum dan Kearsipan ini mengajak Mahasiswanya yaitu Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam(SPI) semester 5 untuk berkunjung ke Meseum Multatuli. Menurutnya, tujuannya mengajak mahasiswanya untuk berkunjung ke Meseum ini ingin mengenalkan kepada mereka pada warisan budaya Indonesia yang tersebar dimana-mana namun masih jarang di kunjungi, salah satunya Meseum Multatuli ini.
Mahasiswa yang di ajak oleh Pak Adi ini sangat antusias sekali mengikuti kegiatan. Pak Adi ini menjelaskan bahwa mahasiswanya hanya tahu Multatuli sebatas dari Novel Karyanya saja yaitu Max Havelaar, sehingga dengan adanya kegiatan berkunjung ke Meseum ini di harapkan mahasiswanya dapat berpikir lebih dalam dan terbuka setelah mengunjungi Meseum Multatuli. Baca lebih lanjut http://fah.uinjkt.ac.id/mengenal-sejarah-dan-sastra-masa-kolonial-di-museum-multatuli/
            Nah, begitu lah sedikit gambaran mengenai Meseum Multatuli. Jadi, buat kalian yang mau wisata ke Banten, jangan lupa nih buat berkunjung ke Meseum Multatuli ini. Supaya kita lebih mengenal sejarah Negara kita. Gak Cuma wisatanya doing yang kita dapet, tapi ilmu juga kita bisa dapet dari sini. YUK YUK kesana :)

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Es Krim Kekinian dan Mudah



            Kalian suka banget sama es krim? Mau beli tapi harga lumayan mahal? Kalau beli tapi gak cukup satu? Nah, mending kita bikin sendiri yuk. Kalau bikin sendiri kan kita bisa tahu bahan apa aja yang ada di dalam es krim, tanpa kita khawatir lagi. Bikin sendiri kan ribet, susah, takut gagal, takut gak enak! Eitss tips atau cara membuat es krim yang bakalan aku kasih tahu ini gampang dan mudah banget, gak pake ribet, pokoknya di jamin no gagal dan pastinya enak juga kekinian.
            Disini aku bakalan kasih 2 macam cara membuat eskrim. Yang pertama, eskrim Beng-Beng Hits, dan yang kedua Es Krim Semangat (Gorio-rio). Yuk intip-intip caranya.

Es Krim Beng-beng Hits
Bahan-bahan :


  • ·        Beng-beng (disini aku beli beng-beng nya 20pcs)
  • ·         Susu kental manis coklat dan putih 4pcs (sesuai selera)
  • ·         Cocolatos untuk varian rasa coklat 2pcs
  • ·         Susu dancow untuk varian rasa susu putih
  • ·         Gula secukupnya untuk penambah rasa manis
  • ·         Stik Es krim
  • ·         Mau di tambahin sama rasa lain juga boleh, intinya semua sesuai selera kalian ya

Cara membuat :
  1.  Remuk-remuk atau potong-potong isi beng-beng menjadi kecil-kecil, agar nanti lembut untuk di makan. Ingat, bungkus beng-beng jangan di buang karena itu akan menjadi cetakan es krim.
  2. Campurkan Cocolatos dan susu kental manis coklat kedalam 400ml air atau setara dengan air 2 gelas, untuk varian rasa coklat. (sesuai selera untuk ukuran air)
  3. Untuk varian rasa putih atau susu, campurkan susu dancow dan susu kental manis ke dalam 300ml air atau satu setengah gelar air. (seseuai selera juga)
  4. Kemudian setelah mencampurkkan bahan-bahan yang tadi, masukkan ke dalam beng-beng secara perlahan namun pasti. Disini aku pakainya 10pcs untuk varian rasa coklat, dan 10pcs beng-beng varian rasa susu putih. Beng-beng harus terisi penuh agar nikmat nanti dimakannya.
  5.   Lalu letakkan stik es krim ke dalam beng-beng.
  6. Setelah terisi semua, masukkan ke dalam kulkas sampai mengeras
  7. Dan, Es Krim Beng-beng siap di santap.

Es Krim Semangat (Gorio-rio)

Bahan-bahan :

  • ·         Gorio-rio 20pcs
  • ·         Susu kental manis 3pcs
  • ·         Cocolatos 3pcs
  • ·         Stik es krim
  • ·         Disini aku Cuma bikin varian rasa coklat aja, soalnya terfavorit aku hehe

·         Oh iya, Gorio-rio ini tuh hampir sejenis sama Oreo tapi ini yang mininya, jadi lebih murah harga nya hehe
Cara Membuat :
  1. Potong-potong isi Gorio-rio atau potong-potong kecil. Biasanya aku remuk-remukin aja langsung di bungkusnya jadi gak usah ribet-ribet lagi buat masukinnya.
  2. Campurkan cocolatos dengan susu kental manis dengan air 400ml. aduk sampai merata ya
  3. Kemduian masukan kedalam Gorio-rio sampai terisi penuh.
  4. Lalu, tancapkan stik es krim
  5. Masukkan kedalam kulkas sampai mengeras
  6. Es Krim siap di makan


Gimana nih, gampang banget kan cara buat nya. Dari kedua itu bahan-bahannya hamper sama dan cara pembuatannya juga hamper sama. Jadi gak ribet dan nyusahin. Kalau banyak keponakan kan bisa ngasih-ngasih ke meraka dan cocok juga lho buat kamu yang mau bisnis ini. modal nya juga murah dan terjangkau bahan-bahannya mudah ditemuka. Okeh, selamat mencoba yaaa. :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Assalaamu’alakum

HALOO….



Oke kali ini aku bakalan ceritain pengalaman aku sendiri tentang gimana sih rasanya pake cadar. Bukan sebuah eksperimen sih yang aku lakuin ini tapi memang dasarnya aku kepengen banget pake cadar tapi masih ada halangannya. Akhirnya ngeberaniin diri buat pake cadar. Sebelumnya aku udah bahas ya di artikel pertama aku mengenai cadar yaitu “ada apa dengan cadar?”.
Pertama kali aku pake cadar itu karena ada temen ku yang pake cadar pula. Aku sharing-sharing sama dia. Dari mulai kenapa dia pake cadar, gimana rasanya, terus cara istiqomahnya gimana dan hal lain sebagainya. Pribadi aku sendiri sih kagum dan terasa termotivasi gitu buat pake cadar dan disini aku cobalah dan meyakinkan diri buat memulai pake cadar.
Nah, pertama kali aku pake cadar sewaktu mau pergi mengantarkan temen ku itu yang pake cadar ke stasiun. Karena dia gak berani sendiri naek kereta. Aku berangkat pagi waktu itu. Sewaktu pamit ke orang tua pake cadar mereka bertanya “lho ko pake cadar segala?” dan aku hanya bisa menjawab dengan cengengesan. Macam-macam ekpresi keluar dari keluarga ku. Ada yang menganggapku heran, aneh, kaget kenapa tiba-tiba aku pake cadar. Karena di kampung ku tak pernah aku jumpai wanita yang pake cadar, apalagi dikeluargaku. Bagi Bapak ku tak apa pakai cadar itu bagus. Tapi, bagi Ibu ku, beliau kurang suka dengan aku yang pake cadar. Ribet katanya ngeliatnya.
Aku setiap hari kemana-kemana selalu naik kendaraan umum. Karna gak punya kendaraan pribadi plus aku gak bisa mengendarainya pula hhe. Sewaktu di angkot aku duduk paling pojok. Awalnya hanya ada satu orang, dan pas aku naik orang itu melihat ku dari bawah sampai atas. Hingga angkot itu penuh. Ada yang terus-terusan melihat ku walau terkadang mengalihkan kearah yang lain tapi balik lagi melihat ku. Ada yang tatapan aneh dan juga sedikit sinis.
Tapi aku menggapnya biasa saja walau agak risih sih merasa jadi artis di liatin mulu hhehe. Aku berusaha biasa karena aku memang setiap pergi selalu pake masker. Jadi ya aku anggap saja aku lagi pake masker. Biarlah mereka memandang ku seperti apa.
Kejadian di kereta pun sama dengan di angkot. Padahal aku selalu naek gerbong khusus wanita tapi masih ada banyak sepasang mata yang memperhatikanku. Hingga akhirnya aku pun bertemu dengan temanku. Dia membawa barang bawaan banyak sekali memang dia ingin pergi untuk mondok. Aku saja kewalahan membawa barang bawaannya yang berat.
Selama di kereta semakin banyak yang meperhatikan kami berdua. Tetapi, tak ada satu pun yang mau membantu membawakan barang padahal kami kesulitan sekali membawanya. Petugas kereta pun hanya terdiam saja. Hingga akhirnya kami terlebih dahulu yang harus meminta tolong.
Tetapi ternyata masih ada orang yang peduli terhadap kesulitan orang lain. Selama perjalanan kami ditolong dua kali oleh seorang bapak-bapak dan pemuda. Kami sendiri kagum pada mereka. Mau menolong padahal mereka berbeda arah dengan kami.
Nah, itu kejadian yang aku alami pas pertama kali pake cadar ya. Setelah beberapa kali, pakai cadar, aku simpulin bahwa wanita yang pake cadar itu ternyata hebat. Kenapa aku bilang hebat, karna :
1.      Dia mampu tidak merasa pengap pake cadar. Mungkin bagi yang sudah biasa ya tidak akan terasa, tetapi bagi pemula rasanya pengap sangat terasa. Rasanya ya pengen dibuka aja.
2.      Mampu menjaga sikap. Orang yang pakai cadar cenderung akan menjaga image, menjaga perlakuan dan tindakan. Kenapa? Karena mereka gak mau jika mereka melakukan kesalahan yang dampaknya akan kena ke semua wanita bercadar, hingga memunculkan pandangan negative terhadap wanita bercadar.
3.      Mampu untuk bersabar dan ikhlas. Wanita yang memakai cadar pasti akan dihadapi oleh berbagai halang rintang. Apalagi yang baru banget pakai cadar. Omongan sekitar lingkungan, di anggap aneh, banyak yang menjauh, dilihat sinis oleh orang dan masih banyak lagi. Untuk yang sudah lama bercadar mungkin sudah biasa, tapi untuk yang baru pakai? Mungkin ini adalah ujian terberat. Maka disini ujian untuk berusaha bersabar dan ikhlas atas segala kejadian yang dialami.
4.      Sudah pasti mampu menjaga diri. Karna bercadar atau tidak bercadar setiap wanita harus menjaga kehormatannya.
5.      Berusaha terus menjadi lebih baik. Pastilah mereka akan berusaha menjadi lebih baik karna baik itu tidak akan ada habisnya.
Okeh, cukup sekian ya cerita pengalaman aku. Mungkin ada yang pernah ngalamin hal serupa sama aku, jangan lupa tulis ceritanya di kolom komentar. mohon kritik dan sarannya juga ya buat tulisan aku. Dan buat kalian yang bercadar terus istiqomah, untuk yang lagi otw memantapkan diri ingin bercadar semoga Allah segera memantapkan hati kalian ya :)
Wassalaamu’alaikum.








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hallo..
Kali ini saya akan menceritakan sebuah cerpen yang menurut saya bisa di ambil hikmahnya. Banyak hikmah yang dapat di ambil dari cerpen ini. Ambil hal yang positif dan buang jauh-jauh hal negative. Semoga bermanfaat dan selamat membaca ya…
Hanya Skenario


Nama ku Aya. Aku sedang kuliah di semester 5. Terkadang aku muak dengan kata “KULIAH”. Banyak pandangan tentang seorang Mahasiswa yang terkadang membuatku ingin menangis dibuatnya. Bukan aku tak suka tetapi aku membencinya. Tapi, anehnya sampai saat ini pun aku masih menyandang nama itu. Ya cukuplah aku anggap diriku masih SMA bukan sedang kuliah meskipun memang tingkatan belajar nya sangatlah berbeda.
Aku seorang mahasiswa yang bisa dibilang mendapat gelar sebagai “KUPU-KUPU” alias kuliah-pulang kuliah pulang. Aku bukannya tak mau menjadi seorang aktivis tetapi bagiku itu sangatlah melelahkan dan membuang waktu. Aku lebih suka dirumah, beberes rumah dan hal lain sebagainya seorang wanita. Rumahku adalah syurgaku. Mungkin kalimat itu sangatlah cocok bagiku. Fokusku ada pada rumah. Nyaman dan tenang pun ada pada rumah.
Akan aku ceritakan sedikit awal kenapa aku bisa kuliah.
Waktu di kelas 12, semua siswa pintar dikelasku sibuk mempersiapkan pendaftaran kuliah lewat jalur Undangan atau SNMPTN. Dan aku tak tertarik sedikitpun mengenai kuliah, karna pribadiku sendiri aku hanya ingin ke pondok pesantren mencari ilmu untukku di akhirat. Tetapi pamanku ternyata mendaftarkan ku. Dan aku hanya bisa bilang “iya”. Aku yakin aku takkan diterima. Toh, aku pintar saja pas-pasan dan nilai raporku pun pas-pasan, mana ada kampus yang mau menerima ku. Pikirku seperti itu.
Hingga akhirnya datang pengumuman itu, aku tak tahu apa-apa dan aku tak menunggu pula waktu itu. Aku sangat ingat sewaktu malam aku sedang bersantai dengan kakak ku. Berita pengumumanpun tiba dan air mata ku merembes deras. Ya, aku ternyata diterima di salah satu kampus daerah Jakarta dengan pilihan jurusan kedua. Aku bukan senang, aku sangatlah sedih sebab aku sudah pasrah, jika memang aku diterima kuliah maka aku akan melanjutkannya demi kebahagian ibuku yang ingin melihat anaknya menyandang gelar sarjana. Dan itu artinya rencana mondok kandas kembali untuk yang kesekian kalinya.
Hari demi hari kuliah ku jalani dengan mencoba terus ikhlas dan sabar. Sampai di puncak akhir semester 4 aku sudah tak kuat rasanya dan rasa ingin mondok menggebu kembali. Sudah ku rencanakan semuanya. Aku hanya tinggal menunggu akhir semester ini selesai.
Aku sudah menentukan pilihan bahwa aku akan nekad berhenti kuliah dan fokusku di pondok ingin menjadi seorang hafidzah. Biaya mondok memang tidak murah, tetapi aku mencoba untuk mengumpulkannya.
Akhir semester pun tiba. Aku sudah menentukan salah satu pondok pesantren di daerah Malang. Aku mencari informasi tentang pesantren itu lewat web di google, dan di web tersebut tersedia kolom komentar. Aku pun menulis komentar desertai dengan nomor handphone ku. Siapa tau ada yang mau berangkat bareng kesana denganku.
Di akhir semester ini, hanya beberapa temanku yang tahu akan rencanaku ini. Mereka meyakinkanku apakah sudah yakin dengan keputusan ku ini, dan aku menjawabnya dengan sangat yakin, bahkan aku sudah tak sabar rasanya. Hari terakhir kuliah sebelum libur, aku tak ingin ada kata perpisahan sebenarnya tetapi teman ku malah mengucapkan perpisahan dengan linangan air mata. Terharu memang tapi aku harus kuat. Dan aku sudah mendapatkan 4 orang yang akan berangkat bersama kesana.
Seminggu sebelum menuju hari H. Semua perlengkapan untuk mondok sudah ku persiapakan. Mulai dari pakaian, peralatan mandi, tiket kereta yang dipesan sebulan yang lalu dan hal lainnya yang sekiranya harus dibawa. semuanya menjadi satu koper besar dan satu kardus berukuran kardus mie instant.
Aku tahu bahwa rencana ku ini takkan ada kata berjalan dengan mulus. Pasti akan banyak sekali rintangan yang harus ku hadapi. Aku baru memberitahu keluargaku bahwa aku akan pergi ke Malang untuk mondok tiga hari sebelum keberangkattan. Dan aku tidak memberitahu mereka bahwa aku akan berhenti kuliah.
“Lalu bagaimana dengan kuliah mu nak kalau kamu mondok?” tanya ibu padaku.
“Aya Cuma mau ngisi liburan di pondokan aja ko bu” jawaban ku selalu seperti itu jika ditanya tentang kuliah. Pikirku jika memberitahu disaat aku belum berangkat sudah pasti aku tidak akan di izinkan. Nanti saja jika aku sudah ada di pondok aku akan memberitahu mereka bahwa aku tidak mau kuliah lagi. Salah memang, tetapi ini menurut ku cara yang terbaik.
Keluarga ku mungkin kaget karna mereka kira aku berangkat kesana karena memang kegiatan dari kampus makanya mereka tenang-tenang saja. Di saat aku menjelaskan bahwa itu adalah diluar kampus, konflik pun mulai berdatangan. Mulai dari kakak sulungku yang mencari tahu tentang pondok pesantren itu dan merundingkan dengan keluarga juga saudara-saudaraku. Aku menangis dan mengurungkan diri di kamar, karna aku  malu kalau harus di omongin sama banyak orang seperti itu. Aku tak ingin banyak orang tahu bahwa aku akan pergi jauh.
Hari ketiga sebelum berngakat menjadi hari mendung bagiku. Sudah nangis dan pikiranpun melayang kemana-mana. Baiklah, aku akan jujur sejujurnya hari esok pada orang tua ku. Aku sudah pasrah dan tak akan membantahnya.
Pagi hari yang cerah menyinari dunia. Cuacanya panas seperti hatiku yang mulai memanas ingin berbicara. Ini adalah hari kedua sebelum keberangkatan. Aku mulai masuk ke kamar bapakku. Tak lama kemudian adikku mengikuti.
“Bagus kalau Aya mau mengaji. Niatkan semuanya lurus hanya untuk Allah dan untuk mencari ilmu. Biar selama liburan ada ilmu yang di dapat dan menjadi berkah. Bapak ridho kalau Aya mau kesana. Asal jaga diri dan disana focus mengaji. Kan Aya kuliah, gak mungkin kan Aya berhenti kuliah. Udah dua tahun Aya kuliah, udah banyak biaya yang dikeluarin buat kuliah. Tinggal dua tahun lagi kan buat lulus. Nanti kalo setelah Aya lulus kuliah mau mondok lagi pun terserah Aya. Aya kan sudah besar, sudah bisa menentukan pilihan. Aya bukan anak kecil lagi kan?”
Air mata yang tak bisa ku bendung mengalir begitu deras. Aku tak sanggup menjawab pertanyaan Bapak. Ucapan Bapak seakan-akan sudah tahu apa yang sedang ku rencanakan. Aku malu menangis di hadapan bapak dan di lihat pula oleh adikku. Aku berusaha tegar tetapi air mata mengalir dengan sendirinya. Yang penting sudah cukup bagiku mendapat ridho orang tua untuk pergi kesana. Karna tanpa ridho semuanya akan sia-sia.
Hati yang tadinya mendung sudah mulai cerah kembali perlahan-lahan. Tidurku sangatlah nyenyak karna mungkin aku akan rindu sekali dengan semua yang ada dirumah ini. Memulai pagi hari dirumah terasa indah, karna esok aku tidak menikmati pagi dirumah lagi, tetapi jauh berada disana.
Ku lihat Bapak sedang membuat kopi. Dan menatapku saat aku pun sedang ada di dapur. Dari raut wajahnya ku melihat ada rasa ke khawatiran dan cemas. Tetapi Bapak hanya diam saja. Setelah selesai menuangkan air panas ke dalam gelas, bapak mulai berbiacara.
“Ay, apa Aya udah nekad buat kesana?”
“Memangnya ada apa Pak?” bukannya menjawab tetapi aku malah balik tanya, karna rasa penasaranku.
“Bapak ko ragu ya pondokan disana. Bapak istikharah semalam, pondokannya kurang bagus. Ada aliran-aliran sedikti melenceng gitu. Aya pindah pondokan saja ya. Tiket kereta berapa memang harga nya?”
“120ribu Pak harganya. Yasudah nanti Aya coba tanya pak bisa di balikin lagi atau tidak uangnya” jawabku lemas.
“Yasudah, gak apa-apa hangus juga uangnya. Yang penting gak usah berangkat kesana ya”
 Sudah mulai ku duga hal ini pasti akan terjadi. Mau tak mau aku harus bilang iya, karna nekad pergi sekalipun ridho dari orang tua sudah tak ku dapatkan kembali. Meski air mata ini kembali menetes tapi kali ini aku tahan dengan sekuat tenaga. Aku berusaha tenang. Meski ini adalah hari paling sangat ku tunggu setelah penantian panjang berbulan-bulan yang lalu. Aku mencoba tersenyum dan ikhlas. Semua teman yang akan berangkat kesana pun kaget dan sedih. Terlebih aku yang teramat sedih.
Sebanyak apapun uang yang telah ku kumpulkan untuk kesana, takkan bisa membeli ridho-nya orang tua. Menangis selama apapun takkan bisa meluluhkan hati jika ridho dari orang tua tak di dapatkan. Sebanyak apapun ilmu yang di dapatkan jika tidak dengan ridho-nya pun tak akan berkah dan bermanfaat.
Sepuluh hari setelah kejadian kegagalan itu terjadi. Aku masih saja memikirkan dan membayangkan teman-temanku yang disana. Pastilah mereka sangat bahagia dan senang berada disana. Aku hanya dapat mendoakan mereka dari sini. Ku pun mengharapkan mereka mendoakan ku agar aku dapat pula menyusulnya kesana.
Ku mulai melihat-lihat status whatsapp di layar handphone ku. Dan seketika aku terkejut dengan status teman ku yang berada di pondok bahwa mereka berpamitan akan pulang dengan santriwati lainnya. Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka pulang berjam’ah? Ada acara apa mereka sampai pulang secepat ini? Apa yang sudah terjadi?
Aku sangat penasaran sekali dengan mereka. Aku menanyakan satu persatu teman ku itu apa yang telah terjadi. Tapi mereka sangatlah lama sekali membalas pesanku. Hingga akhirnya aku menemukan jawabannya.
“Kita gak betah disana. Jauh dari ekpektasi yang kita bayangkan dan kita baca di web itu. Ternyata yang tertera di web itu adanya di tempat santri lelaki, tetapi untuk tempat santriwati bisa dibilang gak cocok di jadikan sebagai tempat untuk Tahfidz. Dari segi tempat, pengajar dan lainnya. Kita gak cocok. Dan akhirnya kita semua sepakat untuk keluar. Beruntunglah kau Ay tak kesana. Tidak menjadi korban hahaha”
Dari sini ternyata aku mendapatkan pelajaran. Bahwa jika aku nekad membantah orang tua dan tetap pergi, mungkin aku akan menjadi orang yang merugi. Aku akan menghabiskan banyak uang yang terbuang sia-sia jika tetap kesana. Dan penyesalan yang akan terus terbayang ata pilihan yang salah
Kita sebagai manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah lah yang menentukan. Meskipun kita kecewa dan sedih atas apa kegagalan yang telah kita rencanakan dengan sematang mungkin, tetapi jika Allah berkhendak lain, ya mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa membantah atau menyalahkan bukan?. Allah selalu kasih skenario yang lebih indah dan lebih baik juga yang terbaik di banding skenario yang kita tulis. Dalam hidup pasti banyak sekali hikmah yang bisa di dapat setiap kejadian yang kita alami. Hanya saja bagaimana kita bisa menyikapi dan mengambil hikmah itu untuk menjadi kan diri kita lebih baik lagi. Cukup sabar, ikhlas dan terus bersyukur itu kunci kebahagiaan.
“Kamu sih Ay, pilih nya ke Kota Malang, jadinya Malang kan nasibmu” di pikir-pikir iya juga ya hehe.
Inilah sedikit cerita yang mungkin diantara kalian ada mengalami kejadian yang sama. Petik hikmahnya dan buang negatifnya. Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ya :)

Share
Tweet
Pin
Share
6 comments

Pentingnya Orientasi Pemustaka di Perpustakaan


            Selamat pagi menjelang sore ya :)

            Kali ini aku bakalan bahas mengenai betapa pentingnya sebuah perpustakaan mengadakan orientasi bagi pemustaka atau bagi orang yang berkunjung. Kalian pasti udah tau lah ya arti orientasi itu apa. Nah, orientasi itu artinya pengarahan atau pengenalan ya. Kalau di sekolah atau di kampus orientasi itu semacam kaya ospek-ospek gitu kan, nah kalau orientasi perpustakaan berbeda.
Orientasi perpustakaan itu biasanya di lakukan setiap ajaran baru yang di adakan tentunya oleh perpustakaan. Tujuan mengadakan orientasi ini untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru mengenai semua hal yang ada di perpustakaan. Jadi, supaya nanti jika ingin berkunjung ke perpustakaan udah tau tuh semua yang ada di perpustakaan, misalnya untuk mencari buku menggunakan OPAC kaya gimana, tempat-tempat di setiap kategori buku, dan lain-lain sebagainya.
Kenapa sih orientasi ini perlu atau wajib benget di adain? Jawabannya, karena masih banyak mahasiswa baru yang belum pernah berkunjung ke perpustakaan atau belum mengerti mengenai system layanan meski sering berkunjung ke perpustakaan. Nah disini peran penting dilakukanna orientasi. Jangankan untuk mahasiswa baru, kadang mahasiswa lama pun belum mengerti sepenuh tentang perpustakaan.
Biasanya dalam orientasi perpustakaan ini mengenalkan fitur atau layanan perpustakaan yang tidak sekedar cuma menyediakan informasi atau buku aja, bisa juga mengenai apa aja sih yang bisa kita lakuin di perpustakaan itu. Nah, seperti di Perpustakaan Pusat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menggelar orientasi bagi pemustaka.
Orientasi perpustakaan UIN ini di hadari sekitar 150 mahasiswa dari berbagai bidang program studi yang ada di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang bertempat di ruang pertemuan lantai 7 perpustakaan pusat pada tanggal 24 Oktober 2018. Orientasi ini merupakan sebagai bagian dari Program Literasi Informasi yang memang sudah rutinitas setiap diselenggaakan setiap ajaran baru.
Dalam orientasi ini yang disampaikan oleh narasumber yaitu materi mengenai Pengenalan Perpustakaan Pusat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mulai dari fasilitas gedung yang ada, dan berbagai layanan di Perpustakaan Pusat. Tak hanya itu, narasumberpun menyampaikan peraturan-paraturan yang berlaku di perpustakaan, salah satunya bahwa pemustaka dilarang membawa makanan dan minuman keruang baca dan ruang koleksi di Perpustakaan Pusat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta., tentu hal ini bertujuan agar menciptakan suasana yang nyaman, bersih dan kondusif di ruang baca maupun ruang koleksi.

Baca lebih lanjut di http://perpus.uinjkt.ac.id/content/perpustakaan-gelar-orientasi-pemustaka

    Inilah betapa pentingnya orientasi perpustakaan. Kalau di perpustakaan kalian gak ada orientasinya, gak ada salahnya lho buat cari tahu sendiri mengenai perpustakaan yang kalian kunjungi, supaya kalian gak kebingungan pas di perpustakaan.

Lo gak KEREN kalau belum pernah ke Perpustakaan!

Salam Anak Perpustakaan!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

  Layanan Multimedia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia


Hai..                            
 kali ini saya bakalan bahas mengenai salah satu layanan yang ada di Perpustakaan Nasional, yang menurut saya itu wajib banget untuk di kunjungi. Sebelumnya saya sudah membahas di artikel saya yang berjudul “YUK! Ke Perpunas”. Yang belum baca, dibaca dulu ya artikelnya, dan ini kelanjutannya.

 Perpustakaan Layanan multimedia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) terletak di lantai 19. Di lantai multimedia ini terbagi menjadi dua ruangan yaitu ruangan untuk pengunjung yang membawa laptop sendiri dan ruangan yang berisi computer untuk pengunjung yang tidak membawa laptop. Jika ingin memasuki ruangan ini maka harus mempunyai kartu keanggotaan perpustakaan, jika tidak mempunyai kartu maka tidak di perbolehkan untuk memasuki ruangan ini. Harus membuat kartu keanggotaan terlebih dahulu kemudian menaruh kartu pada tempat yang sudah disediakan.
Pada bagian ruangan untuk pengunjung yang membawa laptop, sangat cocok sekali bila ingin internetan sambil bersantai, karena ruangan ini menyediakan fasilitas wifi yang sangat memadai, bangku yang sangat nyaman yang terbuat dari sterofoam yag cocok untuk duduk bersantai, dan sofa juga meja-meja yang telah disediakan. Tempat dalam berdiskusi dan mengerjakan tugas melalui laptop pribadi terbagi menjadi dua yaitu area yang santai yang mengharuskan pengunjung untuk melepaska alas kaki karena area ini terdapat dibawah dan kursi yang disediaan adalah kursi santai dari sterofom dan meja pendek yang pas untuk kita dalam posisi duduk, serta area biasa yang menggunaan meja dan kursi tanpa harus melepaskan alas kaki.

Sedangkan untuk pengunjung yang tidak membawa laptop, tersedia fasilitas computer pada ruangan yang khusus untuk pengunjung ingin internetan tetapi tidak membawa laptop. Pada ruangan ini memang tidak senyaman yang ada di ruangan yang membawa laptop, karena memang banyak computer yang disediakan sehingga tidak bisa sesantai seperti ruangan yang satunya lagi. Namun dalam pengaksesan komputer tidak  bisa menggunakan menggunakan flasdish dan hanya menyediakan satu komputer yang dapat terhubung dengan flasdish.
Pada ruangan multimedia ini, di desain dengan semenarik mungkin agar banyak pengunjung yang datang dan juga betah berlama-lama di perpustakaan. Desain ruangan yang tidak membosankan, misalnya pada tempat khusus untuk membaca di beri warna bangku yang bernuansa hijau, untuk pengunjung yang ingin duduk lebih santai di sediakan pula bangku yang sangat nyaman bernuansa warna warni, sehingga desain pada ruangan multimedia ini tidak terlihat monoton, membuat santai dan  cocok pula untuk dijadikan baground foto yang menarik.

Sarana dan fasilitas pada ruangan ini disediakan dengan barang-barang mewah, berkelas dan juga modern seperti kursi, meja baca, karpet, rak sepatu, lemari, computer, sofa, reading area dan lain-lainnya untuk membuat para pengunjung lebih nyaman dan bersantai dan juga mendukung akan konsentrasi belajar maupun diskusi.
Pada pencahayaan ruangan ini, sangat diperhatikan sekali oleh PNRI. Selain memanfaatkan beberapa lampu yang ada di setiap sudut-sudut ruangan, ruangan ini juga memanfaatkan pencahayaan dari jendela secara alami, sehingga pencahyaan diruangan ini bagus. Juga jendela-jendela yang diberikan tirai-tirai tipis untuk mencegah cahaya yang masuk tidak membuat silau dan membuat ruangan menjadi panas.

Dalam satu lantai di layanan multimedia terdapat ruang staf pustakawan, ruang diskusi,  ruang musholah, toilet, lift dan pintu darurat serta antara ruang Wifi dengan ruang akses komputer yang saling berhadapan dan ini semua terdapat dalam satu lanti di layanan multimedia dan memudahkan pemustaka untuk mengenalinya karena petunjuk yang diberikan juga dapat terlihat, ruang akses dalam memanfaatkan layanan tidak sempit dan mudah dijangkau oleh pemustaka.
Layanan multimedia ini sangat membuat nyaman para pengunjung sehingga betah berlama-lama dan membuat sadar para pengunjung bahwasannya perpustakaan tidak hanya terdapat buku-buku yang berjejer saja tetapi melainkan banyak fasilitas-fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan, tidak hanya buku.  Sehingga, perpustakaan dapat dipandang sebagai tempat yang memang wajib untuk dikunjungi dan juga bisa untuk berekreasi maupun melepas akan lelahnya hidup.

Dan layanan multimedia pada PNRI ini sudah memenuhi standar baik fasilitas maupun runagan, sehingga banyak pengunjung yang datang, tidak hanya untuk membaca buku saja melainkan untuk berekreasi karena terdapat banyak spot-spot tempat yang bagus untuk dijadikan baground foto yang bagus.
Nah, jadi gimana nih menurut kalian? bagus kan layanan multimedia ini. Ayo...yang belum ke Perpusnas cepet-cepet berkunjung dongs. Pasti gak bakal nyesel deh kalau dateng kesini, malahan bikin nagih lho hehe. Mau jalan-jalan berafedah? PERPUSNAS Jawabanya! :)


Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Newer Posts
Older Posts

View My Blog

Siti Rosidah
View my complete profile

Blog Archive

  • December 2019 (1)
  • February 2019 (2)
  • January 2019 (7)
  • December 2018 (10)
  • October 2018 (2)

Total Pageviews

Web Analytics View My Stats

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Report Abuse

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates